Puisi tentang Soekarno



Saktimu
Oleh. Rekolanus Roli
Terbayangku sepuluh tahun yang lalu.
Menjerit hati terdengar pilu.
Tergores pula luka sembilu.
Mengenang derita yang tak kenal bulu.
Terdiam, tersandar dan terpaku.
Tiada lagi masa aku berlaku.
Terbacaku untuk sebuah buku.
Tercairkan semangat dari yang beku.
Ada kala bayangan semu.
Tiada lagi seperti yang dulu.
Teringatku akan saktimu.
Membangun negeri tanpa jemu.
Lotong, 30 Agustus 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIMBOLISME LILIN MENYALA DALAM AJARAN AGAMA NASRANI

Puisi By Rekolanus Roli